Skip to main content

Sejuta Harapan di Kopdar Perdana KAMI Menulis

Kopdar Perdana ^_^

Kamis, 20 September adalah hari bersejarah bagi kelas minat menulis. Hari itu, untuk pertama kalinya, keluarga besar KAMI Menulis bertemu muka, saling sapa dan bercengkrama di dalam sp@ce room, sebuah ruangan coworking yang berlokasi di dalam gedung Perpustakaan Umum Kota Depok.

Sejak pukul 8.15, tim Dapur KAMI Menulis sudah hadir di lokasi untuk mempersiapkan acara. Manusia berencana, Allahlah yang menentukan. Acara yang dijadwalkan akan dimulai tepat pukul sembilan harus diundur beberapa waktu karena beragam kendala teknis.

Acara baru bisa dimulai pada pukul 9.30 setelah tim berhasil mendapatkan kunci ruangan, namun antusiasme peserta tidak terpengaruh sedikit pun. Keluarga KAMI Menulis tetap mengikuti acara dengan semangat.

Dimulai dengan pembukaan oleh MC, mak Rieni, kemudian dilanjut dengan sesi perkenalan tim Dapur, motor penggerak KAMI Menulis. Selanjutnya, sesi perkenalan para anggota yang hadir, sekaligus penyampaian motivasi apa yang mendorong peserta untuk bergabung di kelas minat ini.

Sejak pertama bergabung di kelas minat ini, saya sendiri merasakan manfaat yang cukup signifikan dalam menulis. Kegiatan sederhana yang saya lakukan ketika saya gundah dan tidak bisa mengekspresikan perasaan secara lisan. Di kelas ini, saya bertemu teman-teman seperjuangan di mana kami mempunyai harapan yang sama, bisa menghasilkan tulisan yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk masyarakat.

Satu per satu peserta kopi darat menyampaikan harapannya. Yang membuat saya bangga adalah, rekan-rekan seperjuangan saya sudah banyak menghasilkan karya, mulai dari artikel di media maya, karya tulis, cerpen, bahkan novel di aplikasi buku ternama.
Alhamdulillah, guru saya bertambah. Alhamdulillah, ada teman-teman baru yang bisa diajak berjuang untuk semakin memperbaiki kualitas tulisan kami bersama. Alhamdulillah.

Sayangnya, pertemuan kami hari itu demikian singkat. Keakraban yang awalnya terjalin di dunia maya, harus kembali dijalin melalui dunia maya. Kopi darat perdana KAMI Menulis memang sudah berakhir, tapi semangat, doa dan harapan telah kami langitkan bersama.
Tetap semangat menulis, mak! 😘

Comments

Popular posts from this blog

Tahun Baru, Semangat Baru

"Maulana ya Maulana, ya Sabil dua'na..." Hampir setiap hari Asaboy menyanyikan penggalan lagu berjudul "Maulana" yang dibawakan oleh Sabyan Gambus. "Boy, kenapa sih nyanyi lagu itu terus?" "Ih, mami nggak tahu sih. Itu kan lagu ngaji mas" "Lagu ngaji gimana?" "Kata bu guru, nanti malem-malem mas nyanyi lagu itu sama temen-temen" Sejak Senin (24/9) lalu, Asaboy memang berangkat "mengaji" setiap ba'da maghrib ke musola dekat rumah. Jadwal mengaji yang biasanya 3 kali seminggu, dibuat setiap hari untuk latihan nasyid yang akan ditampilkan di hari Sabtu (29 September 2018). Ketika saya tanya, kenapa jadwal mengajinya jadi setiap hari, ia bilang supaya nyanyinya bagus nanti kalau di panggung. Mendengar komentarnya seperti itu, saya dan papanya hanya bisa tersenyum geli. Geli, sekaligus deg degan. Asaboy kami kenal sebagai anak yang cukup pemalu dan membutuhkan waktu agak lama untuk beradaptasi di lingkung...

Mengenal Perempuan Penuh Karya, Henny Puspitarini

ki-ka: Nasywah, Darisah, mbak Henny dan saya! ^_^ Malam ketika program Mengenal Tentang Kamu (MTK) diluncurkan di WAG Kami Menulis Ibu Profesional Depok, saya dan mbak Henny langsung kontak via Whatsapp. Pembicaraan pertama kami malam itu sederhana, mengatur janji temu untuk melaksanakan salah satu tugas yang diembankan kepada kami berdua: mengenal lebih dekat. Dari sekian banyak pilihan hari dan tanggal yang kami munculkan, akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 di rumah mama saya. Selepas mengurus Asaboy berangkat sekolah, saya pun bersiap untuk menerima tamu hari itu, mbak Henny dan krucilnya. Sekitar pukul sembilan, mbak Henny dan dua putri kecilnya pun sampai. Sekilas tampilan beliau biasa saja dengan gamis dan jilbabnya. Dua orang putrinya, Nasywah dan Darisah pun mengenakan busana muslimah yang syar'i dan modis. Setelah bersalaman dan saling sapa, kami duduk bersama dan mulai mengobrol. Mulai dari hal ringan tentang aktifitas kami ...