Skip to main content

Tahun Baru, Semangat Baru

"Maulana ya Maulana, ya Sabil dua'na..."
Hampir setiap hari Asaboy menyanyikan penggalan lagu berjudul "Maulana" yang dibawakan oleh Sabyan Gambus.
"Boy, kenapa sih nyanyi lagu itu terus?"
"Ih, mami nggak tahu sih. Itu kan lagu ngaji mas"
"Lagu ngaji gimana?"
"Kata bu guru, nanti malem-malem mas nyanyi lagu itu sama temen-temen"

Sejak Senin (24/9) lalu, Asaboy memang berangkat "mengaji" setiap ba'da maghrib ke musola dekat rumah. Jadwal mengaji yang biasanya 3 kali seminggu, dibuat setiap hari untuk latihan nasyid yang akan ditampilkan di hari Sabtu (29 September 2018). Ketika saya tanya, kenapa jadwal mengajinya jadi setiap hari, ia bilang supaya nyanyinya bagus nanti kalau di panggung.

Mendengar komentarnya seperti itu, saya dan papanya hanya bisa tersenyum geli. Geli, sekaligus deg degan. Asaboy kami kenal sebagai anak yang cukup pemalu dan membutuhkan waktu agak lama untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Ia ikut mengaji di musola sejak pertengahan September lalu. Bahkan awalnya saya harus ikut duduk di musola, menunggunya sampai ia selesai mengaji dengan gurunya.

Setelah beberapa hari, Asaboy baru mengizinkan saya pulang setelah ia merasa nyaman dengan lingkungan musola, teman-teman dan guru mengajinya. Bahkan sekarang, ia sudah tidak mau diantar. Ketika hari mengaji, biasanya ia sudah bersiap sejak sebelum maghrib, lalu berangkat ke musola segera setelah adzan maghrib berkumandang.

Di bulan Muharram ini, Asaboy memberi banyak kejutan. Selain lebih mandiri, Asaboy pun berani tampil di panggung untuk bernyanyi bersama kelompok nasyid TPA-nya. Awalnya kami khawatir Asaboy akan menolak maju seperti kejadian beberapa bulan lalu di sekolahnya. Asaboy yang seharusnya ikut menyanyi di acara perpisahan sekolah, menolak naik karena demam panggung. Saat itu, ia hanya memeluk saya dan ogah tampil, walaupun guru dan teman-temannya membujuknya.

Alhamdulillah saat waktunya tampil malam itu, Asaboy bernyanyi dengan semangat. Di lagu pertama, ia hanya berdiri di barisannya, tanpa bersuara. Saya yang memegang kamera, merekam aksi panggungnya, memberikan kode agar ia ikut bernyanyi dengan teman-temannya. Namun, usaha saya tidak berhasil. Di lagu kedua, Asaboy akhirnya mau bernyanyi.

Selesai menyanyi dan turun dari panggung, Asaboy langsung saya hujani dengan pelukan dan ciuman sambil mengatakan, "Mami bangga sama mas". Ketika acara sudah selesai dihelat, kami pun pulang ke rumah. Sebelum tidur, saya tanya ke Asaboy.
"Mas, kok mas nggak nyanyi pas lagu pertama?"
"Oh, itu. Mas nggak mau nyanyi"
"Kenapa?"
"Temen-temen mas nyanyinya kecepetan. Mas bingung" ujarnya polos.

Oalaaah.. ternyata karena ia merasa nada dan syairnya tidak klop, ia menolak nyanyi.. hahaa.. tadinya saya pikir ia demam panggung!
Memang di lagu pertama, suara anak-anak dan musik tidak berjalan beriringan, namanya juga anak-anak!
Ternyata Asaboy menolak nyanyi karena ia tahu kalau teman-temannya bernyanyi tidak sesuai dengan tempo musik yang mengalun. Saya dan papinya hanya bisa tertawa.
Alhamdulillah, semoga semangat ngajinya selalu terjaga ya, boy!
Tahun Baru, Semangat Baru! :)

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Perempuan Penuh Karya, Henny Puspitarini

ki-ka: Nasywah, Darisah, mbak Henny dan saya! ^_^ Malam ketika program Mengenal Tentang Kamu (MTK) diluncurkan di WAG Kami Menulis Ibu Profesional Depok, saya dan mbak Henny langsung kontak via Whatsapp. Pembicaraan pertama kami malam itu sederhana, mengatur janji temu untuk melaksanakan salah satu tugas yang diembankan kepada kami berdua: mengenal lebih dekat. Dari sekian banyak pilihan hari dan tanggal yang kami munculkan, akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 di rumah mama saya. Selepas mengurus Asaboy berangkat sekolah, saya pun bersiap untuk menerima tamu hari itu, mbak Henny dan krucilnya. Sekitar pukul sembilan, mbak Henny dan dua putri kecilnya pun sampai. Sekilas tampilan beliau biasa saja dengan gamis dan jilbabnya. Dua orang putrinya, Nasywah dan Darisah pun mengenakan busana muslimah yang syar'i dan modis. Setelah bersalaman dan saling sapa, kami duduk bersama dan mulai mengobrol. Mulai dari hal ringan tentang aktifitas kami ...

Sejuta Harapan di Kopdar Perdana KAMI Menulis

Kopdar Perdana ^_^ Kamis, 20 September adalah hari bersejarah bagi kelas minat menulis. Hari itu, untuk pertama kalinya, keluarga besar KAMI Menulis bertemu muka, saling sapa dan bercengkrama di dalam sp@ce room, sebuah ruangan coworking yang berlokasi di dalam gedung Perpustakaan Umum Kota Depok. Sejak pukul 8.15, tim Dapur KAMI Menulis sudah hadir di lokasi untuk mempersiapkan acara. Manusia berencana, Allahlah yang menentukan. Acara yang dijadwalkan akan dimulai tepat pukul sembilan harus diundur beberapa waktu karena beragam kendala teknis. Acara baru bisa dimulai pada pukul 9.30 setelah tim berhasil mendapatkan kunci ruangan, namun antusiasme peserta tidak terpengaruh sedikit pun. Keluarga KAMI Menulis tetap mengikuti acara dengan semangat. Dimulai dengan pembukaan oleh MC, mak Rieni, kemudian dilanjut dengan sesi perkenalan tim Dapur, motor penggerak KAMI Menulis. Selanjutnya, sesi perkenalan para anggota yang hadir, sekaligus penyampaian motivasi apa yang mendorong p...