Skip to main content

Posts

Menjaga Kewarasan Sebagai Seorang Ibu

Menjadi ibu zaman sekarang itu rasanya kok susah susah gampang, ya? Gampang karena semua informasi mudah betul dicari. Cukup dengan hp dan kuota internet, maka meluncurlah kita di browser dan menanyakan segalanya ke mesin pencari jawara, Google. Susah karena terlalu banyak "mazhab" dalam dunia parenting . Let's say Baby Lead Weaning (BLW), spoon feeding , ASI atau susu formula, dalam dunia per-ASI-an aja, masih ada lagi paham yang berbeda, menyusui langsung atau ASI perah. Saking banyaknya, kadang ketika menjalani peran sebagai seorang ibu, yang ada malah gelisah dan takut salah. Belum lagi saat harus berhadapan dengan paham yang dianut oleh orang tua sendiri, mertua, bahkan para ipar yang pastinya mempunyai sudut pandang yang berbeda pula.  Lama-lama akhirnya kita keder  sendiri dan merasa not good enough in being a mother .  Padahal ya, terlepas dari semua aliran yang ada, seharusnya peran ibu itu dijalani dengan penuh kebahagiaan, karena nggak semua ...

Mengenal Perempuan Penuh Karya, Henny Puspitarini

ki-ka: Nasywah, Darisah, mbak Henny dan saya! ^_^ Malam ketika program Mengenal Tentang Kamu (MTK) diluncurkan di WAG Kami Menulis Ibu Profesional Depok, saya dan mbak Henny langsung kontak via Whatsapp. Pembicaraan pertama kami malam itu sederhana, mengatur janji temu untuk melaksanakan salah satu tugas yang diembankan kepada kami berdua: mengenal lebih dekat. Dari sekian banyak pilihan hari dan tanggal yang kami munculkan, akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari Rabu, 3 Oktober 2018 di rumah mama saya. Selepas mengurus Asaboy berangkat sekolah, saya pun bersiap untuk menerima tamu hari itu, mbak Henny dan krucilnya. Sekitar pukul sembilan, mbak Henny dan dua putri kecilnya pun sampai. Sekilas tampilan beliau biasa saja dengan gamis dan jilbabnya. Dua orang putrinya, Nasywah dan Darisah pun mengenakan busana muslimah yang syar'i dan modis. Setelah bersalaman dan saling sapa, kami duduk bersama dan mulai mengobrol. Mulai dari hal ringan tentang aktifitas kami ...

Tahun Baru, Semangat Baru

"Maulana ya Maulana, ya Sabil dua'na..." Hampir setiap hari Asaboy menyanyikan penggalan lagu berjudul "Maulana" yang dibawakan oleh Sabyan Gambus. "Boy, kenapa sih nyanyi lagu itu terus?" "Ih, mami nggak tahu sih. Itu kan lagu ngaji mas" "Lagu ngaji gimana?" "Kata bu guru, nanti malem-malem mas nyanyi lagu itu sama temen-temen" Sejak Senin (24/9) lalu, Asaboy memang berangkat "mengaji" setiap ba'da maghrib ke musola dekat rumah. Jadwal mengaji yang biasanya 3 kali seminggu, dibuat setiap hari untuk latihan nasyid yang akan ditampilkan di hari Sabtu (29 September 2018). Ketika saya tanya, kenapa jadwal mengajinya jadi setiap hari, ia bilang supaya nyanyinya bagus nanti kalau di panggung. Mendengar komentarnya seperti itu, saya dan papanya hanya bisa tersenyum geli. Geli, sekaligus deg degan. Asaboy kami kenal sebagai anak yang cukup pemalu dan membutuhkan waktu agak lama untuk beradaptasi di lingkung...

Sejuta Harapan di Kopdar Perdana KAMI Menulis

Kopdar Perdana ^_^ Kamis, 20 September adalah hari bersejarah bagi kelas minat menulis. Hari itu, untuk pertama kalinya, keluarga besar KAMI Menulis bertemu muka, saling sapa dan bercengkrama di dalam sp@ce room, sebuah ruangan coworking yang berlokasi di dalam gedung Perpustakaan Umum Kota Depok. Sejak pukul 8.15, tim Dapur KAMI Menulis sudah hadir di lokasi untuk mempersiapkan acara. Manusia berencana, Allahlah yang menentukan. Acara yang dijadwalkan akan dimulai tepat pukul sembilan harus diundur beberapa waktu karena beragam kendala teknis. Acara baru bisa dimulai pada pukul 9.30 setelah tim berhasil mendapatkan kunci ruangan, namun antusiasme peserta tidak terpengaruh sedikit pun. Keluarga KAMI Menulis tetap mengikuti acara dengan semangat. Dimulai dengan pembukaan oleh MC, mak Rieni, kemudian dilanjut dengan sesi perkenalan tim Dapur, motor penggerak KAMI Menulis. Selanjutnya, sesi perkenalan para anggota yang hadir, sekaligus penyampaian motivasi apa yang mendorong p...

Ulasan: Diari Ramadan

Ilustrasinya lucu, ya? Mak, masih ingatkah waktu salat tarawih di bulan Ramadan zaman kita SD dulu? Biasanya kita akan "memburu" pak ustadz yang memberikan ceramah untuk mendapatkan tanda tangan beliau. 

Panpan dan Rumah Barunya

Panpan sudah besar. Sudah saatnya ia tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya. Panpan merasa sedih sekaligus senang. Ia takut kalau nanti tidak kerasan tinggal di rumah yang baru.

Meow Belajar Berenang

Hari itu matahari bersinar terik. Meow merasa kepanasan. Ia berjalan ke arah kolam yang ada di bawah pohon. Ia ingin berenang. "Tapi, aku takut", ujarnya.